وَمَنۡ اَظۡلَمُ مِمَّنِ افۡتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوۡ كَذَّبَ بِاٰيٰتِهٖؕ اِنَّهٗ لَا يُفۡلِحُ الظّٰلِمُوۡنَ
Wa man azlamu mim manif tara ‘alal laahi kaziban aw kazzaba bi Aayaatih; innahuu laa yuflihuz zaalimuun

Artinya: Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu tidak beruntung.

Tafsir QS. Al-An’am Ayat 21

Tidak ada yang lebih zalim, sesat, dan jauh dari kebenaran daripada orang yang mengada-adakan kebohongan tentang Allah, seperti mengatakan bahwa Allah memiliki anak atau pasangan perempuan, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya, seperti yang dilakukan oleh sebagian kaum kafir di Makkah dan Madinah.

Mereka yang mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan lain atau menganggap ada sekutu bagi-Nya, serta berdoa dan memohon perlindungan kepada selain Allah, tidak akan memperoleh kebahagiaan di akhirat. Mereka akan kekal dalam siksaan neraka sebagai balasan atas perbuatan mereka.

Ayat ini menegaskan bahwa orang yang berbohong tentang Allah dengan menganggap-Nya memiliki anak atau sekutu, atau yang menjadikan selain Allah sebagai objek doa dan harapan, adalah orang yang paling merugi.

Mereka bukan hanya menyimpang dari kebenaran, tetapi juga menambah-nambahkan ajaran agama yang tidak memiliki dasar yang benar. Kepercayaan semacam ini mengarah pada penyimpangan yang sangat besar dalam pemahaman tentang ketuhanan.

Selain itu, mereka juga berbuat aniaya dengan mendustakan ayat-ayat Al-Qur’an, memutarbalikkan isi kitab Taurat dan Injil, serta menolak mukjizat yang diberikan kepada Rasulullah, yang mereka anggap sebagai sihir. Mereka juga menutup mata terhadap tanda-tanda alam yang menunjukkan keesaan Allah.

Orang-orang seperti ini, yang mendustakan kebenaran dan melakukan kedustaan terhadap Allah dan wahyu-Nya, tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Mereka akan dihukum dengan azab yang pedih di hari kiamat.

Di dunia, mereka pun akan mengalami kegagalan, seperti yang terjadi dalam Perang Badar, di mana kaum kafir dikalahkan oleh umat Islam. Kemenangan umat Islam ini menjadi bukti bahwa orang yang menyimpang dari jalan kebenaran dan berbuat aniaya tidak akan pernah menang, baik di dunia maupun di akhirat.

Author

SEO Specialist - Started learning SEO in 2018 and delved deeper into it in 2020. Currently, I'm a full-time blogger, building and developing several personal websites.

Write A Comment