اُنْظُرۡ كَيۡفَ كَذَبُوۡا عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ‌ وَضَلَّ عَنۡهُمۡ مَّا كَانُوۡا يَفۡتَرُوۡنَ
Unzur kaifa kazabuu ‘alaaa anfusihim, wa dalla ‘anhum maa kaanuu yaftaruun

Artinya: Lihatlah, bagaimana mereka berbohong terhadap diri mereka sendiri. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu akan hilang dari mereka.

Tafsir QS. Al-An’am Ayat 24

Renungkanlah, wahai Rasulullah, bagaimana orang-orang musyrik dan mereka yang mempersekutukan Allah dengan manusia, berbohong kepada diri mereka sendiri. Mereka mengingkari suara hati dan akal budi yang seharusnya menjadi petunjuk bagi mereka untuk beriman kepada Tuhan.

Mereka dulu menyembah berbagai sesembahan, baik itu manusia, setan, jin, maupun benda-benda yang mereka anggap suci. Namun, pada akhirnya, semua sembahan itu tidak akan dapat menolong mereka. Mereka tidak akan mendapatkan perlindungan atau pertolongan dari azab Allah.

Setelah Allah menjelaskan bahwa orang-orang musyrik akan mencoba membersihkan diri mereka dari kemusyrikan pada hari kiamat, Allah mengarahkan perhatian kepada kita untuk merenungkan sikap mereka yang penuh kebohongan itu. Betapa anehnya, mereka berusaha membela diri di hadapan Tuhan Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk hal-hal yang tersembunyi.

Mereka berdusta dengan mengingkari kenyataan bahwa segala yang mereka anggap sebagai sekutu Allah ternyata tidak memberikan manfaat sedikit pun kepada mereka. Segala bentuk pertolongan yang mereka harapkan dari sekutu-sekutu itu lenyap begitu saja dan tidak memberi pertolongan saat mereka membutuhkannya.

Sebagaimana dalam firman Allah:

“Mereka (para malaikat) berkata, ‘Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?’ Mereka (orang musyrik) menjawab, ‘Semuanya telah lenyap dari kami.'” (QS. Al-A’raf: 37)

Hal ini menunjukkan bahwa segala sesembahan yang mereka anggap pelindung selama hidup mereka tidak dapat memberikan bantuan sedikit pun pada hari pembalasan, dan mereka akhirnya menyadari kesalahan mereka yang sangat besar.

Author

Write A Comment