قُلْ لَّوۡ اَنَّ عِنۡدِىۡ مَا تَسۡتَعۡجِلُوۡنَ بِهٖ لَقُضِىَ الۡاَمۡرُ بَيۡنِىۡ وَبَيۡنَكُمۡؕ وَاللّٰهُ اَعۡلَمُ بِالظّٰلِمِيۡنَ
Qul law anna ‘indii maa tasta’jiluuna bihii laqudiyal amru bainii wa bainakum; wallaahu a’lamu bizzaalimiin
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Seandainya ada padaku apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu.” Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zhalim.
Tafsir QS. Al-An’am Ayat 58
Nabi Muhammad diperintahkan untuk menjelaskan bahwa segala urusan azab bukanlah berada dalam kekuasaannya.
“Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, ‘Seandainya ada padaku wewenang dan kekuasaan menyangkut apa, yakni azab, yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu. Pasti aku akan mengabulkan permintaan kamu dengan segera menurunkan siksa karena itu memang juga menjadi keinginan setiap orang yang berkomitmen terhadap agamanya. Dan apalagi aku tidak mengetahui secara pasti siapa yang benar-benar zalim, hanya Allah-lah yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.'”
Artinya, jika azab itu berada dalam kendali Nabi, tentu orang-orang kafir yang menolak dakwahnya sudah dihukum. Mereka telah dengan sengaja mendustakan ayat-ayat Allah, menentang seruan kebenaran, dan bahkan berusaha menghalangi orang lain untuk menerima Islam.
Namun, semua keputusan berada di tangan Allah. Dia Maha Mengetahui siapa saja yang benar-benar zalim dan siapa yang tidak lagi memiliki harapan untuk beriman. Allah juga Maha Mengetahui bentuk azab yang paling tepat bagi mereka dan akan menurunkannya pada waktu yang telah Dia tentukan.
