قُلۡ هَلۡ اُنَـبِّئُكُمۡ بِشَرٍّ مِّنۡ ذٰ لِكَ مَثُوۡبَةً عِنۡدَ اللّٰهِ‌ ؕ مَنۡ لَّعَنَهُ اللّٰهُ وَغَضِبَ عَلَيۡهِ وَجَعَلَ مِنۡهُمُ الۡقِرَدَةَ وَالۡخَـنَازِيۡرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوۡتَ‌ ؕ اُولٰٓٮِٕكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَّاَضَلُّ عَنۡ سَوَآءِ السَّبِيۡلِ
Qul hal unabbi’ukum bisharrim min zaalika masuubatan ‘indal laah; malla’ana hul laahu wa ghadiba ‘alaihi wa ja’ala minhumul qiradata wal khanaaziira wa ‘abadat Taaghuut; ulaaa’ika sharrum makaananw wa adallu ‘an Sawaaa’is Sabiil

Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah Tagµt.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.

Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 60

Ayat ini merupakan bagian dari petunjuk Allah kepada Nabi Muhammad untuk membantah pernyataan Ahli Kitab, seperti yang dijelaskan dalam ayat 59. Dalam riwayat aṭ-Ṭabarani, disebutkan bahwa orang-orang Ahli Kitab berkata kepada Nabi Muhammad, “Kami tidak tahu ada agama yang lebih buruk dari agamamu.”

Untuk membantah tuduhan tersebut, turunlah ayat ini. Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengatakan, “Apakah aku perlu memberitahumu tentang balasan yang lebih buruk di sisi Allah daripada apa yang kamu katakan dan lakukan? Mereka yang mengejek agama kami dan azan kami, balasannya adalah mereka akan dijadikan kera dan babi.”

Riwayat Ibnu Abbas menyebutkan bahwa peristiwa pelanggaran terhadap kehormatan hari Sabat (Sabtu) oleh sebagian orang Yahudi menyebabkan dua peristiwa: pertama, orang-orang muda berubah menjadi kera, dan kedua, orang-orang tua menjadi babi (Lihat Tafsir pada Surah 2:65 dan 7:166).

Allah kemudian memerintahkan Rasul-Nya untuk mengingatkan mereka bahwa mereka inilah yang lebih buruk tempatnya di akhirat dan jauh dari jalan yang benar.

Author

Write A Comment