قُلۡ اَ تَعۡبُدُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ مَا لَا يَمۡلِكُ لَـكُمۡ ضَرًّا وَّلَا نَفۡعًا ‌ؕ وَاللّٰهُ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡعَلِيۡمُ
Qul ata’buduuna min duunil laahi maa laa yamliku lakum darranw wa laa naf’aa; wallaahu Huwas Samii’ul ‘Aliim

Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Mengapa kamu menyembah yang selain Allah, sesuatu yang tidak dapat menimbulkan bencana kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Tafsir Surat Al-Maidah Ayat 76

Ayat ini menjelaskan betapa sesatnya orang Nasrani yang menyembah Almasih. Muhammad menerima perintah dari Allah untuk bertanya kepada mereka, mengapa mereka menyembah sesuatu selain Allah, sesuatu yang tidak bisa memberikan manfaat atau mudarat.

Tidakkah mereka tahu bahwa orang Yahudi memusuhi Almasih dan berusaha membunuhnya? Almasih sendiri tidak mampu memberi mudarat kepada orang Yahudi, dan bahkan para sahabatnya tidak bisa menolongnya. Apakah pantas bagi seseorang yang tidak memiliki kemampuan seperti itu untuk dianggap sebagai Tuhan?

Selain itu, bukankah mereka sendiri menceritakan bahwa Yesus, ketika disiksa di tiang salib, meminta air karena kehausan, tetapi orang Yahudi justru memberinya air cuka yang dituangkan ke lubang hidungnya?

(Markus 15:36: “Maka datanglah seorang dengan bunga karang yang dicelupkan ke dalam anggur asam, lalu mencucurkannya ke sebatang buluh dan memberikannya kepada Yesus untuk diminum dan berkata: ‘Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia.’

Ini juga terdapat dalam Matius 27:48 dan Yohanes 19:29-30).

Tidakkah cerita ini menunjukkan bahwa Yesus sangat lemah? Apakah orang yang lemah seperti ini pantas dianggap sebagai Tuhan?

Di akhir ayat ini, Allah memperingatkan orang Nasrani bahwa Dia Maha Mendengar, terutama terhadap ucapan kekafiran mereka, dan Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati mereka yang penuh kepalsuan.

Asbabun Nuzul Surat Al-Maidah Ayat 76

Asbabun Nuzul (sebab-sebab turunnya ayat) Surat Al-Maidah ayat 76 berkaitan dengan situasi di mana Nabi Muhammad SAW dihadapkan dengan sikap kaum musyrikin atau orang-orang yang menyembah berhala. Mereka menyembah patung atau benda mati yang tidak dapat memberikan manfaat atau menghindarkan mereka dari bahaya apapun.

Ayat ini turun untuk mengingatkan mereka bahwa apa yang mereka sembah itu tidak memiliki kekuatan apapun, baik untuk memberi manfaat ataupun menanggulangi bahaya. Itu adalah suatu bentuk penolakan terhadap penyembahan terhadap selain Allah, yang jelas tidak dapat memberikan pertolongan karena mereka adalah benda mati yang tidak dapat berbuat apa-apa.

Adapun latar belakang turunnya ayat ini adalah sebagai respon terhadap pertanyaan dari orang-orang musyrik yang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengapa beliau mengingkari penyembahan berhala dan hanya menyembah Allah yang Maha Esa.

Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya hanya Allah yang layak disembah karena Dia adalah satu-satunya yang memiliki kekuatan dan kuasa atas segala sesuatu. Sementara selain-Nya tidak bisa memberikan manfaat atau menanggulangi bahaya.

Pesan utama dari ayat ini adalah untuk menegaskan bahwa hanya Allah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Semua bentuk penyembahan terhadap selain Allah adalah sia-sia karena selain Allah itu tidak memiliki kemampuan apapun.

Author

SEO Specialist - Started learning SEO in 2018 and delved deeper into it in 2020. Currently, I'm a full-time blogger, building and developing several personal websites.

Write A Comment